3 Des 2014

Teks Ulasan :-)



Meraih Mimpi di Atas Kening
(Ulasan Film 5 cm)
Judul               : 5 cm 
Sutradara         : Rizal Mantovani
Tayang                        : 12 Desember 2012
Aliran Film      : Drama
Adaptasi dari  : Novel National Bestseller ‘5cm’
Penulis Novel  : Donny Dhirgantoro
Pemain            :             
a.         Herjunot Ali (Zafran)
b.        Raline Shah (Riani)
c.         Fedi Nuril (Genta)
d.        Igor Saykoji (Ian)
e.         Denny Sumargo (Arial)
f.         Pevita Pearce (Dinda)
ORIENTASI
Sudah tidak asing di telinga kita film 5 cm. Sebuah film yang diadaptasi dari salah satu karya novelis muda Indonesia Donny Dhirgantoro dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film yang diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta, Denny Sumargo sebagai Arial, Raline Shah sebagai Riani, Igor Saykoji sebagai Ian, Herjunot Ali sebagai Zafran, dan Pevita Pearce sebagai Adinda. Film yang menceritakan banyak sekali nilai-nilai kehidupan ini sangat menggugah para generasi muda untuk selalu berfikir ke depan dan memiliki ide-ide cemerlang. Film ini memberi pesan kepada kita tentang arti dari persahabatan, cinta, kasih sayang, pengorbanan, nasionalisme, dan impian untuk masa depan.
TAFSIRAN
            Persahabatan 5 mahasiswa dengan 4 mahasiswa laki-laki dan 1 mahasiswa perempuan. Persahabatan ini diselimuti oleh berbagai kebahagiaan. Hingga suatu saat mereka merasa jenuh dengan persahabatan yang telah ada selama belasan tahun. Akhirnya, mereka sepakat untuk saling berpisah selama 3 bulan untuk saling berbenah, memperbaiki kehidupan masing-masing dan merangkai masa depan mereka serta perpisahan sementara ini juga untuk membuktikan seberapa besar arti dari persahabatan mereka.
            Setelah 3 bulan berlalu, mereka bertemu kembali dan merencanakan untuk melakukan pendakian Gunung Mahameru yang merupakan puncak gunung tertinggi di Jawa. Mereka melakukan pendakian ini saat menjelang hari kemerdekaan Negara Indonesia. Sebuah pengorbanan yang besar demi membuktikan kecintaan terhadap tanah air ini. Medan yang terjal, jalan yang berliku, nyawa yang harus dipertaruhkan, sahabat yang harus saling menjaga, lelah yang tak terkira serta keringat yang selalu bercucuran, tetap mereka tempuh dan jalani. Apapun itu, karena mereka memiliki tekad yang kuat, rasa nasionalisme yang tinggi, kebersamaan yang selalu mereka jaga, kepercayaan akan sebuah keberhasilan, dan kebanggaan tersendiri dari sebuah perjalanan jauh. Itulah yang mereka inginkan dari sebuah petualangan untuk negara.
            Tepat pada 17 Agustus pagi, mereka sampai di puncak Mahameru. Lelah, penat, lapar, dan haus terbayar sudah seketika melihat indahnya Indonesia ini. Kebanggaan tersendiri untuk mereka, mengibarkan Sang Merah Putih di hari yang sangat bersejarah bagi negeri ini dan bertempat di tempat yang sungguh indah di negeri ini. Entah harus percaya atau ragu bagi mereka. Hanya saja mereka telah berhasil menyelesaikan semua impian untuk negara ini dengan segala hal, cinta, kasih sayang, pengorbanan, kebersamaan, dan persahabatan. Tak lepas dari itu, doa yang selalu mereka panjatkan kepada Tuhan membuat mereka berhasil dalam perjalanan dan petualangan yang sangat menakjubkan.
            Maka dari itu, banyak sekali kebaikan yang diajarkan pada film ini. Mulai dari pemeran yang mendukung, jalan cerita yang menyenangkan, adegan yang mengharukan, lokasi syuting yang indah, dan pelajaran hidup yang banyak sekali. Namun, terdapat satu keburukan yakni terdapat sebuah adegan yang romantis sehingga tidak layak ditonton oleh anak-anak.
EVALUASI
            Film dengan jalan cerita yang dapat menghipnotis para penontonnya ini sangat baik dilihat oleh para generasi muda. Film ini tidak mengajarkan hal yang negatif untuk para remaja. Banyak sisi positif dari film ini. Hanya saja, mungkin ada selipan adegan romantis yang sebaiknya tidak dilihat oleh anak di bawah umur. Namun, kita semua hanya perlu mengambil sisi positifnya. Kita jadi mengerti apa arti dari sebuah persahabatan, cinta, kasih, perjuangan, dan impian.
RANGKUMAN
            Dari film ini, kita bisa memahami lebih dalam kalimat yang diucapkan 5 mahasiswa ini, yaitu biarkan keyakinan kita, 5 centimeter mengambang di depan kening kita. Dan setelah itu yang kita perlu hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. Maka, selalulah bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai hal yang akan nyata terjadi dalam kehidupan kita. Jangan pernah menyerah, saat kita gagal yakinkan pada diri kita bahwa masih jauh perjalanan yang harus kita tempuh untuk menjadi yang lebih baik dan tidak gagal untuk yang kedua kalinya. J

0 komentar:

Posting Komentar